Gema Salawat dan Doa: Warga Ngaglik Gelar Tahlil Akbar Sambut Selamatan Desa dan Ramadan

  • ISMA
  • Feb 13, 2026

BATU – Suasana syahdu menyelimuti Kelurahan Ngaglik pada Kamis malam (12/02/2026). Ribuan warga berkumpul dalam kekhusyukan untuk melaksanakan kegiatan Tahlil dan Pengajian Umum. Agenda besar ini digelar sebagai rangkaian utama menyambut Selamatan Desa Ngaglik sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H.

Acara yang dipusatkan di area utama kelurahan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk bersimpuh, mengirim doa bagi para leluhur, serta memohon keberkahan bagi masa depan desa.

Mengetuk Pintu Langit, Menjaga Tradisi

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan kalimat tahlil yang menggema menciptakan atmosfer emosional bagi jamaah yang hadir. Bagi masyarakat Ngaglik, Selamatan Desa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk "unggah-ungguh" atau etika spiritual kepada Sang Pencipta.

"Malam ini kita berkumpul dengan dua niat besar. Pertama, bersyukur atas kerukunan di Kelurahan Ngaglik melalui Selamatan Desa. Kedua, membersihkan hati dan pikiran untuk menyambut tamu agung kita, bulan suci Ramadan," ungkap Lurah Ngaglik dalam sambutannya.

Pesan Kedamaian dalam Pengajian

Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah (ceramah agama). Dalam pengajian tersebut, penceramah menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga sebagai fondasi kemajuan desa.

Beberapa poin utama yang disampaikan dalam pengajian tersebut antara lain:

  • Penyucian Diri: Menjadikan momentum Selamatan Desa sebagai ajang saling memaafkan sebelum memasuki bulan puasa.

  • Kearifan Lokal: Menjaga tradisi tahlilan sebagai identitas perekat sosial yang tidak boleh lekang oleh zaman.

  • Kesalehan Sosial: Mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam menghadapi bulan penuh berkah.

Persiapan Matang Menuju Hari H

Dengan terlaksananya Tahlil dan Pengajian ini, rangkaian menuju puncak Selamatan Desa Ngaglik dinilai semakin lengkap. Warga tampak antusias mengikuti setiap tahapan, menunjukkan bahwa semangat gotong royong di Ngaglik tetap terjaga, baik dalam urusan fisik maupun spiritual.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar Kelurahan Ngaglik dijauhkan dari balak (musibah) dan dilimpahi kemakmuran.


"Ngaglik Berdoa, Ngaglik Barokah."