BATU – Semangat gotong royong atau yang akrab disebut Gugur Gunung kembali membahana di Kelurahan Ngaglik pada Minggu pagi (08/02/2026). Ratusan warga dari berbagai RW tumpah ruah ke jalan dan sudut-sudut kampung guna melakukan aksi bersih desa secara massal.
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan agenda sakral dalam rangka menyambut gelaran Selamatan Desa Ngaglik 2026 yang akan segera tiba.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana Kelurahan Ngaglik sudah tampak riuh. Dengan membawa cangkul, sapu lidi, hingga alat potong rumput, warga bahu-membahu membersihkan saluran air, mengecat trotoar, dan merapikan tanaman di sepanjang jalan protokol hingga gang-gang kecil.
"Gugur Gunung ini adalah bentuk manifestasi rasa syukur kita. Sebelum kita melaksanakan ritual doa bersama atau Selamatan Desa, lingkungan kita harus 'bersih' secara fisik lebih dulu," ujar salah satu tokoh masyarakat di sela-sela kegiatan.
Selain bertujuan untuk estetika dan kesehatan lingkungan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang efektif. Di tengah kesibukan modernitas, momen ini menyatukan kembali kerukunan antar tetangga.
Beberapa poin penting dari kegiatan ini meliputi:
Normalisasi Drainase: Mengantisipasi luapan air di musim hujan.
Estetika Lingkungan: Pemasangan umbul-umbul dan pengecatan fasilitas umum.
Solidaritas Sosial: Tradisi makan bersama atau kembul bujana setelah kerja bakti selesai.
Lurah Ngaglik menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi aktif seluruh warga. Diharapkan dengan kondisi lingkungan yang sudah bersih dan rapi, pelaksanaan rangkaian Selamatan Desa nanti dapat berjalan lebih khidmat, nyaman, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Ngaglik.
Dengan tuntasnya agenda Gugur Gunung ini, Kelurahan Ngaglik kini tampak lebih berseri dan siap menyambut tamu serta melaksanakan prosesi adat dengan penuh kebanggaan.
"Guyub Rukun, Ngaglik Mbangun."